Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Pengetahuan Islam / Ajaran Islam tentang Peristiwa Gerhana

Ajaran Islam tentang Peristiwa Gerhana

[download versi pdf]

Apa itu Gerhana Matahari?

Gerhana Matahari terjadi ketika sebagian Bumi masuk dalam bayang-bayang Bulan.

ilustrasi gerhana matahari

Gambar 1 Posisi Matahari, Bulan, dan Bumi saat terjadi Gerhana Matahari [sumber: Brosur Panitia Nasional GMT]

Apa itu Gerhana Bulan?

Gerhana Bulan terjadi ketika sebagian atau keseluruhan Bulan masuk dalam bayang-bayang Bumi.

ilustrasi gerhana bulan

Gambar 2 Posisi Matahari, Bulan, dan Bumi saat terjadi Gerhana Bulan [sumber: NASA]

Bagaimana Islam memandang Peristiwa Gerhana?

Islam mengajarkan bahwa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah peristiwa Astronomi yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, tidak berkaitan dengan nasib buruk seseorang atau suatu negara.

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi (saw) diriwayatkan bahwa ia berkata: Pernah terjadi gerhana matahari pada masa hidup Nabi (saw) lalu beliau keluar ke masjid, kemudian berdiri dan bertakbir dan orang banyak berdiri bershaf-shaf di belakang beliau. … dst. [Shahih Muslim]

Tentang Syariat Shalat Gerhana

Shalat gerhana dilaksanakan pada saat terjadi gerhana sampai dengan usai gerhana, gerhana Matahari maupun gerhana Bulan, gerhana total atau sebagian. Apabila gerhana usai sementara shalat masih ditunaikan, maka shalat tetap dilanjutkan dengan memperpendek bacaan.

Orang yang dianjurkan mengerjakan shalat gerhana adalah mereka yang mengalami gerhana atau berada di kawasan yang dilintasi gerhana. Orang yang berada di kawasan yang tidak dilintasi gerhana tidak perlu mengerjakan shalat gerhana. [sumber: Rubrik Tanya Jawab Agama Majalah Suara Muhammadiyah No. 19 tahun 2008]

Shalat gerhana dilaksanakan secara berjamaah, tanpa adzan dan iqamah. Dilaksanakan dua rakaat, pada setiap rakaat melakukan rukuk, qiyam dan sujud dua kali. Shalat gerhana boleh dilakukan di tanah lapang ataupun di masjid.

Tata Cara Shalat Gerhana

Urutan tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

  1. Imam menyerukan ash-shalatu jami‘ah.
  2. Takbiratul-Ihram, lalu membaca surah al-Fatihah dan surah panjang dengan jahar.
  3. Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama.
  4. Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, makmum membaca rabbana wa lakal-hamd.
  5. Berdiri tegak, lalu membaca al-Fatihah dan surat panjang tetapi lebih pendek dari yang pertama.
  6. Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama tetapi lebih singkat dari yang pertama.
  7. Bangkit dari rukuk dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd.
  8. Sujud
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud
  11. Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama.
  12. Salam
  13. Setelah shalat, imam berdiri menyampaikan khutbah satu kali yang berisi nasihat serta peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah serta mengajak memperbanyak istighfar, sedekah dan berbagai amal kebajikan.

Hikmah

Melalui peristiwa gerhana, Allah memperlihatkan sebagian tanda Kekuasaan-Nya kepada kita, agar kita masing-masing menjadi ingat dan sadar terhadap “kemanusiaan” kita, menjadi insaf terhadap “kemakhlukan” kita, dan menjadi lebih ingat terhadap “kehambaan” kita.

Sudah seharusnya kita menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk terhadap sesama, maupun sifat-sifat tak terpuji terhadap Allah (swt). Sebaliknya, kita perlu menghias diri kita dengan sifat-sifat terpuji, baik terhadap sesama makhluk dan terutama terhadap Allah (swt) sebagai Khalik (Pencipta).

Referensi

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2016). Pedoman Pelaksanaan Pengamatan dan Shalat Gerhana Matahari 9 Maret 2016 M. Yogyakarta: Persyarikatan Muhammadiyah.

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top