Senin , November 20 2017
Breaking News
You are here: Home / Buletin Ad-Dakwah / Anjuran Sholat Tahiyyatul Masjid

Anjuran Sholat Tahiyyatul Masjid

ruang utama masjid

Sedangkan tentang sholat tahiyatul Masjid, Nabi (saw) sangat menekankannya. Dari Abu Qatadah (ra), Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum mengerjakan sholat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan Nabi (saw) saat berada di atas mimbar Jum’at pernah memerintahkan kepada Sulaik al-Ghaathafani untuk bangun (berdiri) mengerjakan sholat dua rakaat (tahiyatul masjid) karena dia masuk masjid pada hari Jum’at dan langsung duduk. (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu juga Jabir (ra), saat ia datang ke masjid untuk mengambil harga untanya yang dijualnya kepada Nabi (saw), maka beliau memerintahkannya untuk shalat dua rakaat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dari hadits Abu Dzar (ra), dia pernah masuk masjid, lalu Nabi (saw) bertanya padanya, “Apakah kamu sudah sholat dua rakaat?” Dia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Bangunlah, laksanakan dua rakaat (sholat tahiyatul masjid)!”

Dari keempat dalil di atas, bahwa sholat tahiyatul masjid sangat-sangat dianjurkan sehingga tidak layak untuk sengaja ditinggalkan.

Wallohu a’lam …

Penulis: Ust. Imanan, S.Ag., Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Jawa Timur, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Cabang & Ranting PDM Surabaya 2010-2015

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top