Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas Cabang-Ranting / BAGAIMANA CARA MENDIDIK ANAK JAMAN SEKARANG

BAGAIMANA CARA MENDIDIK ANAK JAMAN SEKARANG

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.” (QS An-Nissa’ ayat 9)

Sejak bulan April hingga Agustus, masalah pendidikan selalu menjadi perhatian kita mulai UN (Ujian Nasional) SMA, SMP, SD hingga penerimaan mahasiswa baru pada Perguruan Tinggi (PT). Perhatian tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan tetapi bagaimana orang tua memilihkan sekolah bagi anak-anaknya.

Apa yang dirasakan saat ini merupakan hasil pendidikan masa lalu, hasil pendidikan masa kini akan dirasakan hasilnya pada waktu mendatang. Bila saat ini berita terjadi banyak korupsi, terjadi banyak pertikaian antar kelompok, terjadi banyak kriminal, terjadi banyak ketidak jujuran serta semakin jauh pola hidup islami dll bisa menjadi introspeksi, apakah ini sebagai hasil pendidikan selama ini?

Tentu kita ingin kondisi tersebut tidak terus terjadi atau paling tidak kita inginkan makin kecil terjadi pada masa pendatang. Masa mendatang akan dirasakan oleh anak-anak kita atau generasi penerus kita dan hal itu menjadi kuawajiban kita saat ini untuk mempersiapkan anak-anak kita agar bisa hidup di masa mendatang dengan tetap pada garis yang ditetapkan dalam Al-quran dan Al-hadist.

Perubahan sosial, perubahan informasi, perubahan sains dan perubahan teknologi yang terjadi saat ini berdampak pada masyarakat kita sehingga muncul kesan tingkah laku pelajar, tingkah laku remaja, tingkah laku pelaku ekonomi, pelaku pemerintahan dll sudah jauh dari tuntusan Islami padahal mereka menyatakan sebagai muslim. Membuka aib sesama teman, berdusta, pamer kekayaan, pamer aurat sudah menjadi hal yang biasa.

Perubahan ilmu dan teknologi pada sepuluh tahun terakhir telah banyak merubah kebiasaan yang dulu tidak kita dilakukan, misal dengan berada di depan computer/laptop/iPad sesorang bisa melakukan berbagai transaksi dengan masyarakat dunia, termasuk cara anak belajar saat ini tidak bisa lepas dengan teknologi. Seorang siswa/mahasiswa belajar tidak perlu ke perpustakaan atau membeli buku dalam bentuk tercetak walaupun perubahan itu telah berakibat menjamurnya plagiat. Entah apa yang akan terjadi perubahan teknologi pada sepuluh tahun yang akan datang. Itulah yang harus kita berikan kepada anak-anak kita atau generasi masa kini untuk bisa hidup masa yang akan datang dengan tidak meningggalkan ajaran Islam.

Cara pandang sebagian masyarakat kita telah terjadi perubahan, saat ini ada orang yang berpandangan keberhasilan diukur dengan materi yang bisa diraih sehingga akan dikatakan menjadi orang berhasil atau sukses bila mempunyai rumah yang mewah, mobil yang selalu berganti, berbelanja di luar negeri, walaupun berasal dari jalan yang tidak benar.

Tahun 2012 telah diperingati Hari Pendidikan Nasional dengan tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia yang pada periode tahun 2010 sampai tahun 2035 akan melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. Tentu kita inginkan manusia yang berakhlaq, dan manusia yang kuat imannya sesuai ayat yang dikutip di atas bahwa Islam juga mensyariatkan untuk memperhatikan kualitas generasi penerusnya. Tidak mudah memberi pendidikan anak masa kini, perlu upaya yang sungguh-sungguh, namun insya Allah dengan upaya keras para orang tua akan menjadikan anak masa kini menjadi anak yang sholeh atau sholihah karena anak-anak tersebut bisa mendoakan kepada kedua orang tuanya.

Simpulan

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa ada semacam tuntutan untuk kaum muslimin bahwa kelestarian generasi masa depan harus dijamin dengan terwujudnya generasi yang berkualitas baik. Generasi ini merupakan generasi baru yang Allah ridho karenanya. Untuk itu perlu memperbanyak berdo’a kepada Allah agar anak-anak/generasi muda sebagai generasa masa mendatang dibukakan hati dan pikirannya untuk menerima Al-quran dan orang tua menjadi teladan bagi putra-putrinya.

Oleh : A. Luthfi

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top