Minggu , Desember 4 2016
Breaking News
You are here: Home / Profil / GERAKAN PENCERAHAN SOLUSI UNTUK BANGSA

GERAKAN PENCERAHAN SOLUSI UNTUK BANGSA

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” ( Huud : 112)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada 21 – 24 Juni 2012 di kota Bandung, akan mengadakan Tanwir sebagai musyawarah tingkat Nasional di bawah Muktamar, yang rencana pembukaannya di Gedung Merdeka, sebagai tempat yang bersejarah yang bukan hanya bagi bangsa Indonesia, juga bagi bangsa di Asia – Afrika yang selama ini terjajah untuk segera melakukan perjuangan demi meraih kemerdekaannya. Dan pada tanggal 18- 24 April 1955 Konperensi Asia Afrika di buka oleh Presiden Soekarno yang sedianya dihadiri 30 negara di Asia dan Afrika, namun yang hadir 29 negara, dimana Negara Rodhesia di Afrika Tengah tidak hadir karena situasi Negara yang masih belum kondusif. Karena disaat itu opini diberbagai Negara yang terjajah berharap kemerdekaan sepenuhnya bisa dirasakan, dan tidak ada lagi korban jiwa akibat penjajahan, sehingga kedaulatan dan kesejahteraan bisa terwujudkan.

Pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Gedung Merdeka ini, sepertinya sebagai upaya untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan yang selama ini seringkali didominasi oleh sifat keserakahan sehingga tugas mensejahterakan bangsa terlupakan. Gerakan Pencerahan Solusi untuk Bangsa menjadi tema dalam sidang Tanwir kali ini sangat tepat, mengingat kemerdekaan yang sudah diraih itu dalam perjalanan mengisi kemerdekaan masih sering dikotori oleh kebijakan-kebijakan yang berlawanan dengan makna kemerdekaan. Ketulusan para pahlawan dalam berjuang meraih kemerdekaan ternyata dinodai oleh anak-anak bangsa sendiri yang dengan teganya melakukan korupsi dan kesewenangan lainnya, sehingga kesejahteraan rakyat yang seharusnya diperjuangkan, justru dimiskinkan, sedang para elitenya hidup mewah dengan berbagai fasilitas yang berlimpah.

Muhammadiyah sejak awal berdirinya pada 8 Dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 M, oleh KH.Ahmad Dahlan, senantiasa komitmen melakukan kepedulian sebagai solusi ketika bangsa Indonesia masih terjajah, sehingga kemiskinan, kebodohan dan ketidak adilan menjadi warna keseharian. Metode dakwah Muhammadiyah benar-benar relevan bagi kehidupan masyarakat yang termarginalkan untuk diberdayakan hingga menadapatkan kemandirian dan kesejahteraan. Muhammadiyah sangat menyadari bahwa upaya ini tidaklah semudah membalikkan tangan, tetapi butuh perjuangan serius, tulus  dan maksimal. Sebagaimana dikemukakan oleh  James L Peacock, seorang  antropolog berkebangsaan Amerika dari Harvard University mengungkapkan fakta terkait upaya pembaharu dan pembaharuan agama, dan peran Muhammadiyah begitu kuat sebagai organisasi sosial untuk kesejahteraan dan pendidikan untuk pencerdasan.

Tanwir Muhammadiyah kali ini sejatinya untuk mengokohkan komitmen melakukan pencerahan sebagai solusi bangsa, sehingga kedaulatan bangsa tetap berwibawa, persatuan NKRI tetap terjaga, dan keadilan serta kesejahteraan benar-benar terwujudkan. Menurut Ketua Panitia Pusat Tanwir tahun 2012,  memiliki arti penting. “Tanwir sekarang adalah tanwir kerja”, katanya. Sehingga semakin jelas bahwa bangsa ini membutuhkan pemimpin yang mau kerja bukan sekedar perintah dan beretorika, sehingga rakyat akan dengan penuh kesadaran mengikuti dan mendukung upaya percepatan perbaikan bangsa. Sebagai Tanwir kerja, maka upaya kerja keras hendaknya diikuti kerja cerdas. Dan perlu diingat bahwa bangsa kita bukanlah bangsa pemalas, justru kemalasan adalah musuh bersama kita, sehingga kerja dan kerja merupakan etos kejuangan bangsa. Kerja keras dan cerdas menuntut adanya kedisiplinan, transparansi dan profesional, sebab kemajuan berbagai bangsa yang pernah menghadiri Konperensi Asia Afrika di Bandung itu karena mampu memanage bangsanya  dengan benar, serta diurus secara serius bukannya salah urus.

Peran Muhammadiyah bersama seluruh elemen masyarakat yang peduli atas bangsa ini sangatlah diharapkan, lebih-lebih dalam kondisi keterpurukan, rapuhnya persatuan, keadilan yang dijual belikan dan maraknya konflik sosial, serta kasus korupsi yang terus menggurita, sebab dengan solusi yang tepat sebagaimana tema Tanwir tersebut akan mampu mengembalikan kewibawaan dan kedaulatan, mensejahterakan dan membahagiakan, keadilan dan keamanan,serta kerukuna dan kedamaian.

Ayat di atas sesungguhnya mampu menjadi landasan perjuangan kita untuk konsisten dengan kebenaran, mengingat masih sering kita jumpai perilaku – perilaku yang justru menyimpang dari kebenaran yang dilakukan secara kolosal tanpa merasa malu, bahkan selalu mengelak jika dilakukan konfirmasi. Begitu mudahnya mereka melakukan ketidakjujuran, dan akibatnya rakyat dan bangsa dirugikan. Sehingga ditegaskan kembali sebagaimana Hadits dari Abu Amr – ada yang mengatakan Abu Amrah – Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi rodhiallohu ‘anhu. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, Katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapa pun selain kepadamu.” Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Katakanlah: “Aku beriman kepada Alloh, lalu istiqomahlah.” (HR Muslim).

Tanwir Muhammadiyah di Bandung ini, diharapkan mampu memberi inspirasi untuk menguatkan dan istiqomah dengan kebenaran, sehingga kejayaan dan kemakmuran segera terwujudkan, sekaligus mampu menyingkirkan berbagai bentuk ketidakadilan dan ketidakjujuran karena dapat merusak kemerdekaan yang telah diraih. Ahirnya  disampaikan selamat dan semoga sukses atas jalannya Sidang Tanwir Muhammadiyah di Bandung ini, untuk memberi pencerahan dan solusi untuk bangsa. Semoga Allah SWT meridhoi.

Oleh : Andi Hariadi

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top