Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Update / IDUL FITRI MERAIH TAQWA

IDUL FITRI MERAIH TAQWA

Ali Imran : 133 – 135

133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

 

Aktivitas ibadah selama bulan Ramadhan, bagi orang beriman tidak bisa dilalui dengan begitu saja, tetapi mampu dijadikan media penyadaran diri untuk memaksimalkan ibadah lebih bermakna, sehingga ketika berpuasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga tetapi mampu menahan dorongan hawa nafsu sehingga terkendalikan untuk melapangkan jalan ke taqwa, dan inilah prestasi kehidupan karena mampu mengutamakan wahyu daripada nafsu. Demikian pula ketika Sholat, mampu tercerminkan dalam sikap diri untuk selalu bertaqoorub kepada Allah  SWT, sehingga diri tercerahkan meraih kemuliaan, ketika ada banyak bentuk kehinaan menghunjam tidak mempenagruhi kemuliaan diri. Tadarus Qur’an, sebagai bentuk upaya pencarian Hidayah-Nya, sehingga berkemampuan membangun karakter keunggulan, serta kepedulian dengan mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh sebagai bentuk mensyukuri nikmat Allah SWT.

Prestasi ibadah ini diharapkan tidak berhenti ketika bulan Ramadhan saja, tetapi diharapkan setelah Ramadhan terus ada kelanjutan, lebih-lebih ketika memasuki 1 syawal 1433 H merupakan hari yang senantiasa dinanti untuk dirayakan, bukan sekedar disimbolkan oleh melimpahknya aneka makanan dan minuman, serta asesoris pakaian dan produk lainnya yang serba baru, tetapi lebih dari itu Idul Fithri untuk kembali berbuka (tidak berpuasa) setelah energi spiritual tertanamkan selama Ramadhan guna memasuki kehidupan dengan mengawali kemuliaan secara berkelanjutan.

Energi Spiritual selama Ramadhan itu sangat dibutuhkan sebagai penguat kehidupan dengan mengimplementasikan nilai-nilai ketaqwaan. Dimana  Taqwa memiliki nilai strategis sekaligus jurus ampuh dalam meraih berbagai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, Kata taqwa dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Sehingga imam Al Ashfahani menyatakan: Taqwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga taqwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.Dengan demikian maka bertaqwa kepada Allah adalah rasa takut kepadaNya dan menjauhi kemurkaan-Nya. Seakan-akan kita berlindung dari kemarahan dan siksaan-Nya dengan mentaati-Nya dan mencari keridhoan-Nya.Taqwa merupakan ikatan yang mengikat jiwa agar tidak lepas control mengikuti keinginan dan hawa nafsunya. Dengan ketaqwaan seseorang dapat menjaga dan mengontrol etika dan budi pekertinya dalam detiap saat kehidupannya karena ketaqwaan pada hakekatnya adalah muroqabah dan berusaha keras mencapai keridhoan Allah serta takut dari adzabNya. Ketaqwaan menjadi diri ini terbebas dari sifat kehinaan untuk meraih kemuliaan, dan mampu memaafkan atas segala kekhilafan, serta tersadarkan untuk membangun persaudaraan dan kepedulian.

Idul Fitri  yang kita rayakan ini akan lebih berarti jika nilai ketaqwaan tetap mewarnai dalam kehidupan kita, sebab kehidupan yang tanpa bingkai taqwa akan mengarahkan pada kerusakan, kehancuran dan kehinaan. Maka berbahagialah bagi mereka ketika beridul fitri mampu secara istiqomah mencerminkan nilai taqwa, diantaranya dalam bentuk : 1) Al Hujrat : 15 – 19;  Konsis berbuat baik, memohon ampun, kepedulian; 2) Al Anfaal : 29: Mampu membedakan yang haq dan yang bathil; 3) Ath Thalaq : 2 – 3 : Kemudahan dalam urusan, 4) Al Hujrat : 13:  Menghargai Keragaman untuk persaudaraan, 5) Al A’raaf : 199 – 201 : Pemaaf, terjaga dari godaan syetan; Al Baqarah : 21 : Konsis beribadah; Al An’am : 152 – 153 : Proporsional, kejujuran, berlaku adil. Selanjutnya Abu Umamah Shadi bin ‘Ajlan Al-Bahili RA berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW berpidato di Haji Wada’,

Bertaqwalah kalian kepada Allah, shalatlah yang lima waktu, puasalah di bulan kalian, tunaikan zakat harta kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan memasuki surga Tuhan kalian.” (Tirmidzi di Kitab Shalat, hadits hasan shahih).

Semoga prestasi ibadah ini tetap berkelanjutan, sehingga dengan Idul Fitri ini mampu meraih taqwa, karena inilah kemenangan sebenarnya.

Oleh : Drs. Andi Hariyadi M.Pd.I

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top