Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Pengetahuan Islam / Jamuan Ramadhan

Jamuan Ramadhan

PERTAMA : PUASA. Bulan Romadhon adalah momen disyariatkan berpuasa bagi setiap mukmin mukallaf, yakni balig, sehat akal, kuat, mukim di kotanya, serta tidak sedang berhalangan bagi wanita. Seperti ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 183, tujuan berpuasa tentu untuk meraih ketakwaan. Ketakwaan adalah parameter kemuliaan. Indikator ketakwaan dapat diukur melalui komitmen mukmin dalam memenuhi kewajiban hablun minalloh dan hablun minannas secara utuh. Mukmin jadi semakin taat mengabdi hanya kepada-Nya dan banyak memberi manfaat bagi sesama. Puasa, karenanya, tidak sekedar menahan diri dari makan, minum, atau hubungan suami-istri di siang hari. Puasa sejatinya adalah proses manajemen nafsu. Ya, nafsu itu liar, buas dan bebas. Karenanya harus dikelola dengan tuntunan syar’i, bukan menurut selera diri. Bila nafsu tanpa kendali, manusia bisa jadi bebas, liar, dan buas. Sifat dan karakter rendahnya tak dapat dibendung : sombong, dengki, rakus, dusta, riya, kikir, dan jahil. Menghina, durhaka, berzina, korupsi, menipu, menjilat, merampok, menjarah, menindas, menjajah, membunuh, merusak dan tindak keji dan munkar lainnya akan dilakukan setiap waktu tanpa malu. Nah, berkat puasa, seorang mukmin jadi pribadi yang ikhlas, cerdas, teliti, rendah hati, jujur, sopan, santun, dan peduli.
KEDUA : AL-QURAN. Bulan Romadhon adalah bulan Al-Qur’an. Alloh menurunkannya sebagai sumber hidayah, rahmat, dan hikmah. Berkat Al-Qur’an, manusia mengalami pencerahan, mengenal Alloh, Tuhan Yang Maha Benar yang harus menjadi tumpu pengabdian, mengenal jati diri sebagai abdi-Nya yang mengemban amanat kekhalifahan, mengenal alam sebagai ayat sekaligus nikmat-Nya, mengenal hukum, norma, etika, dan adab-adab yang membaguskan akhlak manusia, dan mengenal betapa sungguh jelas beda hidup di dunia dan di akhirat. Berkat Al-Qur’an, manusia dijamin selamat dan terhormat. Tanpa Al-Qur’an, manusia pasti sesat, hina-dina, lebih hina dari babi atau kera. Alloh menganugerahkan Al-Qur’an di bulan berkah ini, agar setiap mukmin memperbarui komitmennya, selalu menjadikan bacaan utama, mempelajari dengan seksama, mengimani dan mengamalkan dalam kehidupan nyata, serta menjaga agar tidak terkontaminasi oleh hasrat-hasrat nafsiyah  rendah, yang membuat manusia jadi gelap qolbunya.
KETIGA : LAILATUL QODAR. Romadhon adalah bulan bermandi cahaya. Cahaya-nya sempurna di sepertiga penghujungnya. Di titik hening malam itu Alloh mengutus Jibril untuk menabur kebajikan berlipat lebih dari seribu bulan. Hmm, sungguh tiada banding keutamaannya. Sungguh rugi mukmin yang mengabaikannya.

Oleh: Abdul Hakim

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top