Minggu , November 19 2017
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas PDM / Kajian Pencerah Mei 2015

Kajian Pencerah Mei 2015

Ahad, 24 Mei 2015, 07.00 – 09.00 WIB @ Gedung Dakwah Muhammadiyah, Sutorejo 73-77 Surabaya

Oleh: Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Gerakan Dakwah Muhammadiyah di Tengah Dinamika dan Pusaran Sosial, Politik, Keagamaan dan Budaya Global”

[Ringkasan ini telah mengalami penyesuaian redaksi dari ceramah aslinya]

kajian pencerah mei 2015, prof syafiq mughni, muhammadiyah surabaya

Menurut pemahaman kami di Pimpinan Pusat (PP), tidak mungkin umat Islam menyelesaikan persoalan dunia sendirian tanpa membangun aliansi strategis.

Yang sudah dan sedang dilakukan Muhammadiyah:

1. Gerakan perdamaian dan keadilan. Tidak mungkin ada perdamaian kalau tidak ada keadilan. Pak Din kini menjadi presiden aliansi agama2 dunia untuk perdamaian, supaya tercipta kehidupan damai di dunia. Memang tidak mungkin dunia ini tanpa konflik, tapi yang penting kita sekuat mungkin mengupayakan perdamaian, bagaimana dunia ini tenang, hasilnya kita serahkan kepada Alloh.

2. Gerakan Kemanusiaan, humanitarian action. Kita tak lagi berfikir yang menderita orang Indonesia atau bukan. Siapapun yang menderita harus kita tolong, hanya saja sejauh kemampuan kita. Muhammadiyah mendapat penghargaan internasional karena semangat menolong makin meluas. Di Nepal, Muhammadiyah ditunjuk menjadi koordinator penghubung negara2 untuk membantu korban gempa. Juga dengan para pengungsi Palestina yang tersebar di berbagai negara. Di Thailand selatan, Muhammadiyah memberikan beasiswa untuk mahasiswa Muslim untuk kuliah di sekolah2 Muhammadiyah. Juga terlibat dalam perumusan prinsip2 gerakan kemanusiaan, di Turki 1.5 tahun yang lalu. Kita harus bergerak lokal tapi berfikir global.

kajian pencerah mei 2015, prof syafiq mughni, muhammadiyah surabaya

Sejarah mencatat bagaimana hubungan agama2 harmonis di Madinah, tapi menjadi ruwet karena pengkhianatan Yahudi, sehingga timbul ketegangan, orang2 Yahudi akhirnya diusir dari Madinah.

Jangan dianggap umat Islam itu ekspansif, sesungguhnya itu adalah pertahanan untuk hidup. Karena kalau tidak melakukan hal itu, pasti digilas oleh negara yang besar (Romawi dan Persia). Faktor peperangan pada zaman itu adalah faktor ekspansi yang tidak mengenal batas, sehingga negara2 besar akan memerangi negara2 kecil.

Lalu ada masa, faktor agama menjadi penyebab perang. Perang Salib misalnya. Penguasaan Kristen atas Yerusalem membantai orang2 Islam dan Yahudi. Lalu Yerusalem ditaklukkan oleh Salahuddin tanpa pembantaian. Ketika umat Islam masuk dan menguasai Spanyol, penduduk senang, malah mengundang karena dianggap sebagai pembebas dari kedzaliman. Tapi ketika umat Islam kalah oleh Kristen, dibunuhi, kalau tidak mengungsi akan dibunuh. Jangan sampai hal itu terulang.

Namun tetap harus dipikirkan, bagaimana kita bisa tetap berdakwah tanpa kekerasan.

Masih terjadi Islamophobia, karena takut umat Islam menghimpun kekuatan. Tidak semua orang Kristen menyudutkan Islam. Ada teman saya, kelompok Kristen di gereja Evangelist di Amerika yang cukup banyak jamaahnya, mereka membuat gerakan Jihad melawan Islamophobia. Dimanapun ada orang Islam kesulitan mendirikan masjid, maka mereka berada di barisan terdepan untuk memperjuangkannya.

Menurut pemahaman kami di PP, kita harus melakukan aliansi dengan berbagai kekuatan untuk kebajikan.

kajian pencerah mei 2015, prof syafiq mughni, muhammadiyah surabaya

Tanya-Jawab

Ada kaum yang mengusung toleransi, seringkali membuat opini2 yang menyudutkan kelompok Islam lain daripada kepada nonmuslim, dan berupaya menjauhkan istilah jihad dengan perang?

~ Segalanya harus proporsional, kalau tidak proporsional artinya ada udang dibalik batu. Apa benar mereka toleran? Kenapa dengan agama lain lebih toleran dengan sesama agama? Kalau tulus, ya toleran dengan semuanya.

Kita tak perlu terjebak pada relativisme “semua agama benar, baik” tidak perlu sampai ke sana, kita hanya perlu kerjasama dalam membantu orang lain, namun dakwah tetap dilakukan dengan cara yang bijak.

Mengapa masih ada orang2 Muhammadiyah yang melakukan adat2 tradisional?

~ Semangat KH Dahlan adalah tajdid merujuk pada Al-Quran dan Sunnah. Muhammadiyah mendorong ijtihad, supaya menemukan ajaran yang benar. Sehingga senantiasa mengalami proses. Majelis Tarjih terus mengkaji untuk mencari kebenaran. Dulu, masih ada orang Muhammadiyah baca usholli, sayyidina, tarawih 23 rakaat, metode ru’yat, tapi kita senantiasa berkembang dan berproses.

Misalnya, pada zaman itu, karena ada praktik2 peringatan maulid yang mengandung bid’ah, A. Hasan dan ulama2 Muhammadiyah tidak membenarkan. Tapi seiring waktu, acara ini terus mengalami perkembangan, sehingga sekarang bisa berwujud seminar, ceramah akbar, asal jangan bercampur yang halal dan haram.

Toleransi Suni Syiah, apa bisa?

~ Syiah itu bermacam2. Syiah Zaidiyah paling dekat dengan ahlussunnah, misalnya kitab Nailul Author itu tulisan ulama Syiah Zaidy. Ada Syiah 12, itu tengah2, tidak dekat tapi tidak jauh betulan, dianut di Iran, Iraq, Bahrain, Qatar, Kuwait, Indonesia. Syiah Ismailiyah, ini yang jauh, terbagi2 pula, ada yang juuuauh dan ada yang agak dekat.

Sebagian kecil dari Ismailiyah meyakini Al-Quran tidak komplit. Sebagian juga dari mereka ada yang menyatakan hukum syariat tidak harus dilakukan, setiap ayat quran ada dua makna: dzohir dan batin, makna batinnya hanya imam mereka yang tahu.

Syiah Qoromithoh, meyakini tidak ada harta milik pribadi, itu milik bersama, demikian juga istri. Mereka mendanai gerakannya dengan merampok jamaah haji di padang pasir, dulu, sekarang sudah tidak ada.

Apakah mereka sesat atau kafir? Hematnya, agar tidak menimbulkan hal negatif di masyarakat, mereka itu salah, berbeda dengan kita. Kafir atau munafik, kita serahkan kepada Alloh yang penting kita tetap berdakwah.

Dari kitab2 Syiah yang muktabar, banyak juga yang menyatakan bahwa sahabat2 Nabi tidak sampai dikafirkan, hanya saja salah langkah karena tidak berpihak kepada Ali.

Dengan agama lain, tidak semua Kristen melakukan pemurtadan agama seperti di media. Kristen yang agresif ada, yang jelas di Surabaya Sidoarjo ini cukup militan dan agresif. Tapi kita tetap harus pilah2. (NurQ/Red)

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top