Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Update / KASUS SAMPANG DIPERSIMPANGAN

KASUS SAMPANG DIPERSIMPANGAN

Selepas menjalankan puasa Ramadhan untuk mampu menahn hawa nafsu, dan dilanjut Idul Fitri untuk menyambung silaturrohim, ternyata prestasi ibadah yang begitu hebat untuk penguatan kesadaran diri ternyata ternodai oleh ulah-ulah yang destruktif sehingga suasa lebaran yang seharusnya mampu menguatkan persaudaraan menjadi permusuhan, diantaranya      terjadi di Sampang Madura. Suasana keagamaan seharusnya mampu mencerahkan kehidupan untuk bisa hidup rukun dan damai, serta menghargai atas perbedaan yang ada. Al Qur’an dengan tegasnya memberikan petunjuk kepada kita tentang pentingnya membangun persaudaraan, sebab segala bentuk permusuhan dan kerusuhan sangatlah bertentangan dengan misi suci kenabian. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Ali Imran : 103 :  Berpegang teguhlah kamu sekalian pada agama Allah, dan janganlah kamu berpecah belah. Ingatilah karunia Allah kepadamu, ketika kamu dahulunya bermusuh-musuhan, lalu dipersatukan-Nya hatimu, sehingga kamu dengan karunia Allah itu menjadi bersaudara. Dan kamu dahulunya berada di tepi jurang neraka, lalu Allah melepaskanmu dari sana. Demikianlah Allah menjelaskan keterangan-keteranganNya kepadamu supaya kamu mendapat petunjuk.

Sampang, adalah salah satu kota di Pulau Madura yang secara administrasi terletak dalam wilayah Propinsi Jawa Timur yang secara geografis terletak di antara 113o 08’ – 113o 39’ Bujur Timur dan 6o 05’ – 7o 13’ Lintang Selatan. Kabupaten Sampang terletak ± 100 Km dari Surabaya, dapat dengan melalui Jembatan Suramadu kira-kira 1,5 jam atau dengan perjalanan laut kurang lebih 45 menit dilanjutkan dengan perjalanan darat ± 2 jam. Secara keseluruhan Kabupaten Sampang mempunyai luas wilayah sebanyak 1.233,30 Km2. Proporsi luasan 14 kecamatan terdiri dari 6 kelurahan dan 180 Desa. Kecamatan Banyuates dengan luas 141,03 Km2 atau 11,44 % yang merupakan Kecamatan terluas, sedangkan Kecamatan terkecil adalah Pangarengan dengan luas hanya 42,7 Km2 (3,46 %). Dan jumlah penduduk berdasarkan BPS Kabupaten Sampang pada tahun 2010 sejumlah 876.950 jiwa, dengan Islam sebagai agama mayoritas penduduk disana. Namun demikian pada akhir – akhir ini di Sampang terjadi konflik yang bersumber bukan dari agama Islam tetapi antar masyarakat yang memiliki perbedaan panutan pimpinan spiritual dari satu keluarga yang berbeda paham.

Aksi kekerasan telah meletus kembali yang sebelumnya pada akhir tahun 20110, dan muncul kembali pada hari Ahad, 26 Agustus 2012 di desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura. Konflik dipicu oleh permasalahan keluarga dari Ma’mun (alm) dengan istrinya Ummah dikaruniai delapan anak dengan 28 cucu, dimana dari anak-anaknya itu empat orang penganut paham Sunni dan lainnya berpaham Syiah. Sebenarnya keluarga mereka tidak mempermasalahkan adanya perbedaan paham tersebut, namun ketika gagalnya meminang gadis pujaam, dan menerima pinangan saudara lainnya, sehingga keluar dari Syiah dan permusuhan terus berlanjut hingga terjadi konflik dendam yang berkepanjangan.

Sejak kasus yang pertama sudah ada upaya untuk penyelesaian namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan, justru rasa dendam dikedepankan bahkan dikait-kaitkan dengan paham suatu golongan, sehingga yang tidak sepaham dengan golongannya harus diusir hingga terjadi kekerasan. Permasahan asmara dan dendam antara dua saudara telah menodai kesakralan Idul Fitri yang seharus untuk menguatkan persudaraan, telah berubah menjadi permusuhan dan pengrusakan berupa pembakaran, dan bentrokan berdarah sehingga terjadi korban jiwa. Bahkan Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari, menilai aksi kekerasan tersebut tidak bisa ditolerir, sehingga harus diproses secara hukum, sebab penyerangan terhadap kelompok minoritas yang terus menerus berkepanjangan dengan sasaran yang silih berganti sungguh berbahaya. Sehingga Pak Dien, mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus kerusuhan Sampang secara terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi dengan mereduksi menjadi pertikaian antarkeluarga, dan siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan Sampang harus ditindak tegas, apalagi menghilangkan nyawa orang lain, serta menghimbau kepada para ulama untuk membimbing umatnya ke ajaran Islam yang nyata, yakni Islam yang Rahmatan Lil Alamiin. Demikian juga, pernyataan Jalaludin Rakhmat, bahwa negara ini aneh, karena sulit menjalankan keputusan yang sudah dibuat, sehingga perlu kerja dari berbagai pihak, baik ulama, pemerintah maupun masyarakat pada umumnya.

Kita tidak ingin, permasalahan Sampang hingga tetap dalam persimpangan, artinya adanya pembiaran untuk melakukan kekerasan tanpa ada keseriusan menyelesaikan permasalahan yang ada, bahkan seringkali dijadikan isu yang berkepanjangan sehingga dendam semakin membara. Sepertinya ruang dialog yang seharusnya bisa dilaksanakan telah ditinggalkan, lebih mengedepankan emosi kekerasan. Seharusnya suasana lebaran saat ini kita bisa saling bermaafan atas segala kekhilafan, dan menghargai perbedaan,  dan bukannya mencari-cari kesalahan sehingga memicu konflik, dan semakin parah ketika dikait-kaitkan dengan suatu paham agama agar mendapatkan pembenaran. Prestasi ibadah selama di bulan suci Romadhan, seharusnya bisa menyadarkan akan pentingnya persaudaraan, dan bukannya menedepankan permusuhan dan kesombongan. Akhirnya kita berharap agar konflik Sampang bisa segera terselesaikan secara berkeadilan, sehingga kehidupan yang harmonis, aman dan damai terwujudkan. Dan jangan sampai permasalahan Sampang ini menjadi pintu pembuka bagi dilegalkannya aksi-aksi pengrusakan karena akan semakin melemahkan persatuan bangsa, lebih-lebih keragaman bangsa ini bisa disalahgunakan untuk kepentingan sesaat agar Persatuan bangsa melemah, kerukunan umat beragama sirna. Untuk itu kepada semua pihak hendaknya bisa mengendalikan diri dan terus berkordinasi agar bisa mengantisipasi agar jangan sampai terjadi anarkhi. Kita wujudkan Sampang menjadi kota kondusif, harmonis, rukun dan damai. (Andi H.)

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top