Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas Cabang-Ranting / KEDUDUKAN HADITS SHALAT JUM’AT BERTEPATAN ‘IEDUL ADHA

KEDUDUKAN HADITS SHALAT JUM’AT BERTEPATAN ‘IEDUL ADHA


Dari: Abu Hurairah (menerima) dari: Rasulullah saw bersabda: “Pada hari ini telah berkumpul dua ‘Ied (hari raya). Maka barangsiapa yang ingin, shalat hari raya ini sudah mencukupi shalat Jum’atnya. Hanya kami akan tetap melakukan shalat Jum’at”. (Sunan Abu Dawud: Kitab: As Shalatu; Bab: MaIdza Waafaqa Yaumul Jum’ati Yauma ‘Ied).

Hadis ini kita terima dari Rasulullah saw melalui Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya. Di dalam sanad hadis ini terdapat tiga Rawi yang cacat, yaitu: Muhammad bin Al Mushaffa, Baqiyyah dan Al Mughirah Adl Dlabbi. Ketiganya: Mudallis (suka menutupi kelemahan sanad atau rawi lain supaya dapat diterima). Hadis demikian kedudukannya Dla’if, tidak dapat dijadikan Hujjah/ dalil.

Ada juga riwayat lain: An Nasa’i berkata: Telah menceritakan kepada kami: ‘Amr bin Ali berkata: Telah menceritakan kepada kami: Abdurrahman bin Mahdi berkata: Telah menceritakan kepada kami: Isra’il dari: ‘Usman bin Al Mughirah dari: Iyas bin Abu Ramlah berkata: Saya mendengar Mu’awiyah bertanya Zaid bin Arqam: “Apakah engkau menyaksikan dua hari raya (‘Id berkumpul Jum’at) bersama Rasulullah saw?”. Zaid menjawab: “Ya, Rasulullah shalat ‘Ied awal siang, lalu memberi rukhshah Jum’at”. Diriwayatkan juga oleh: Abu Dawud, Ibnu majah dan Ad Darimi.
Dalam sanad ini terdapat rawi yang bernama Iyas bin Abu Ramlah. Dia ini: Majhul (tidak dikenal oleh para ahli hadis). Hadis demikian juga Dla’if. Tidak boleh dijadikan Hujjah/ dalil.

Ada lagi riwayat: Ibnu Majah berkata: Telah menceritakan kepada kami: Jubarah bin Al Mughallis (Munkar, Maudlu, berkata): Telah menceritakan kepada kami: Mindal bin ‘Ali (Dla’if, menerima) dari: Abdul ‘Aziz bin ‘Umar (La Ba’sa Bihi, menerima) dari: Nafi’ (menerima) dari: Ibnu ‘Umar berkata:
“Dua ‘Ied (‘Ied dan Jum’at) berkumpul pada masa Rasulullah saw, lalu Rasulullah saw shalat (‘Ied) dengan orang banyak, lalu ber-sabda: Siapa yang datang berjum’at datanglah, dan siapa yang tidak berjum’at silakan”. HR Ibnu Majah. Dalam riwayat ini terdapat rawi-rawi: Jubarah bin Al Mughallis (Munkar, Maudlu (pemalsu hadis), Mindal bin ‘Ali (Dla’if), Abdul ‘Aziz bin ‘Umar (La Ba’sa Bihi). Dengan demikian hadis ini Maudlu’. Hadis demikian juga Tidak boleh dijadikan Hujjah/ Dalil.

Ada lagi riwayat: An Nasa’i berkata: telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Basysyar berkata: telah menceritakan kepada kami: Yahya berkata: telah menceritakan kepada kami: Abdul Hamid bin Ja’far (Laisa Bihi Ba’s, Waham (meragukan) berkata: Telah menceritakan kepada kami: Wahb bin Kaisan berkata:
“Dua Hari raya (‘Ied dan Jum’at) berkumpul pada masa Ibnu Zubair, lalu Ibnu Zubair meng-akhirkan shalat ‘Ied pada siang hari, kemudian keluar lalu khuthbah panjang, kemudian turun, lalu shalat, dan tidak shalat Jum’at lagi”. Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, dan ada tambahan: “Sampai shalat Ashar”.
Dalam sanad ini terdapat rawi: Abdul Hamid bin Ja’far (Laisa Bihi Ba’s, Waham (meragukan). Jadi hadis ini juga Dla’if. Tidak boleh dijadikan Hujjah/ Dalil.

Rasulullah saw Para Sahabat Shalat ‘Ied Dan Jum’atan
Adapun Didalam riwayat yang terdapat dalam kitab Sunan At Tirmizi berkata: Telah menceritakan kepada kami: Qutaibah (berkata) Telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Awanah (menerima) dari: Ibrahim bin Muhammad bin Al Muntasyir (menerima) dari: Ayahnya (menerima) dari: Habib bin Salim (menerima) dari: An Nu’man bin Basyir berkata:”Rasulullah saw membaca di shalat dua ‘Ied dan dan Jum’at surat Sabbihis dan Hal Ataaka, dan apabila ‘Ied bertepatan hari Jum’at beliau membaca dua surat itu juga di dalam kedua shalat (‘Ied dan Jum’at) itu”.  Hadis ini Hasan Shahih. Diriwayatkan juga oleh: Muslim, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Malik dan Ad Darimi.
Inilah hadis Shahih dan yang paling kuat dalam masalah ‘Ied jatuh pada hari Jum’at. Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah dan para sahabat di Madinah tetap berjum’at apabila ‘Ied jatuh pada hari Jum’at.

Kesimpulan :
1.     Riwayat hadis-hadis tentang Rukhshah berjum’at apabila bertepatan dengan ‘Id, tidak ada yang lepas dari cacat, semuanya Dla’if, tidak ada yang shahih. Tidak ada yang dapat dijadikan Hujjah/ Dalil.
2.     Adapun semua hadits yang Dla’if tidak dapat dijadikan dasar dalam Ibadah, sehingga
3.     Apabila ‘Ied (hari raya) jatuh pada hari Jum’at maka tetap wajib berjum’at.

Wa Billahit Taufiq
(Ust. Andiono Mahdi/Mj. Tarjih PDM Surabaya)

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

One comment

  1. zudi dwi purnomo

    Terimakasih Pak, kajian yang mencerahkan. Mohon kajian seperti ini diperbanyak dalam konten website ini.

    Wassalamualaikum..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top