Jumat , Desember 15 2017
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas Majelis / KURIKULUM MUHAMMADIYAH ATAUKAH KURIKULUM 2013 ?

KURIKULUM MUHAMMADIYAH ATAUKAH KURIKULUM 2013 ?

Kurikulum merupakan panduan untuk teselenggaranya proses pendidikan di sekolah secara tersetandar. Sehingga  praktis keberhasilan pendidikan yang terjadi di lapangan amat bergantung pada kurikulum yang dipergunakan, karena fungsi kurikulum dalam pelaksanan adalah langkah-langkah strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang memadai atau yang sesuai dan tidak tertinggal dengan dinamika masyarakat  dalam pelaksanaan dilapangan dapat berlangsung secara sistematis dan terukur, untuk mencapai tujuan tertentu.

Saya rasa, dari pengertian diatas, sa-ngatlah kita sadari bahwa keberada-an kurikulum pada sebuah institusi pendidikan adalah hal yang subtansial, artinya keberadannya sangat penting dan amat berpengaruh terhadap terselengga-ranya tujuan pendidikan. Maka sekolah dalam menerapkan kurikukulum yang di-pergunakan harus benar-benar tepat, se-suai dengan potensi yang ada.

Pendidikan Muhammadiyah da-lam menyongsong kurikulum baru tidak boleh statis harus dinamis terutama da-lam pelaksanaan kurikulum di lapangan. Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus berani melakukan rekayasa kurikulum, ar-tinya melakukan pengembangan kuriku-lum baru, sehingga defrensiasi sekolah Muhammadiyah bisa masuk dalam pelaksanaan dilapangan.

Dengan melakukan program sistematis dan terstruktur untuk mengin-tegrasikan pendidikan yang berhubungan dengan potensi-potensi yang dimiliki oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah, akan sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan oleh sekolah Muhammadiyah.

Jangan sampai terjadi bahwa kurikulum yang kita pergunakan sangat tertinggal dengan dinamika masyarakat, sementara pemerintah dengan kurikulum 2013 yang terkesan seragam atau sentra-listik akan tetap pada keyakinannya untuk melaksanakan walau masih terjadi silang pendapat. Sekolah Muhammadiyah adalah lembaga pendidikan dengan jaringan yang luas dan sangat dipercaya oleh masyarakat. Masyrakat sudah memiliki persepsi bawah sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat menghantarkan anak-anaknya memiliki masa depan lebih baik. Maka sekolah harus mempunyai tujuan yang jelas, kemana sasaran yang hendak dituju melalui proses pendidikan.

Dalam pelaksanaan di lapangan mau tidak mau sekolah harus mempersi-apkan kurikulum yang tepat untuk menja-wab keinginan masyarakat, karena seiap sekolah yang satu dengan sekolah yang lain memiliki perbedaan potensi, sehingga tidak mungkin dipergunakan kurikulum yang seragam. Pendidikan Muhammadi-yah harus memahami, masyarakat hingga kini sudah terlanjur mempercayai bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah adalah lembaga yang paling strategis untuk menciptakan perubahan masa depan buat anak-anaknya.

Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah

Perbedaan pendapat atau pro dan kontra menyosong kurikulum baru 2013, merupakan hal yang biasa terjadi seperti pada masa-masa akan berlakunya kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikn (KTSP) dan Kurikulum Berbasis Kopetensi (KBK). Hal ini merupakan bagian dari dinamika masyarakat khususnya sektor pendidikan. Berdasar dari pengalaman masa lalu pemerintah akan tetap pada pendiriannya untuk melaksanakan kurikulum baru dengan kebijakanannya, sebagai upaya secara bertahap meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Dalam mensikapi diberlakukan-nya kurikulum baru, pendidikan Muham-madiyah harus tegas dan berani untuk menyampaikan pendapatnya, bahwa pen-didikan Muhammadiyah sudah mempu-nyai kurikulum sendiri dengan ciri khas tertentu, artinya kurikulum baru boleh-boleh saja, tetapi pendidikan Muhamma-diyah tidak mungkin akan menggunakan secara menyeluruh. Pendidikan Muham-madiyah harus berani melakukan rekayasa kurikulum, sehingga potensi dan kekhasan yang dimiliki oleh masing-masing sekolah Muhammadiyah dapat diprogramkan secara sistematis dan terstruktur untuk diintegrasikan dalam pendidikan yang akan dilaksanakan di sekolah.

Belajar dari, sang pendiri Mu-hammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, melalui gagasanya pendidikan moderen dengan menggunakan kurikulum produk sendiri pada masa lalu adalah amat tepat sebagai landasan kita sebagai insan pendidikan Muhammadiyah dalam mensikapi akan diberlakukan kurikulum baru 2013, gaga-san yang disampaikan oleh pendiri Mu-hammadiyah saat itu menimbulkan silang pendapat dan dianggap tidak lazim. Apa-lagi dalam merealisasikan pendidikan mo-dern tersebut dengan konsep madrasah diniyah yang dinilai oleh sebagaian besar masyarakat sektor pendidikan tidak sesuai dengan dinamika pendidikan saat itu.

Melalui keberanian dan kerja keras dalam mempertahankan pendapat, serta mampu meyakinkan bahwa konsep sekolah modern dengan kurikulum sendiri kepada masyarakat adalah tepat dan sesu-ai dengan dinamika masyarakat. Artinya konsep pendidikan modern integrative yang digagas oleh KH Ahmad Dahlan itu dipergunakan di seluruh tingkatan hingga saat ini. Dengan demikian pendidikan Mu-hammadiyah tidak perlu resah dengan diberlakukannya kurikulum baru. Belajar dari pengalaman, seharusnya pendidikan Muhammadiyah yang menjadi role model pendidikan nasional, bukan pendidikan Muhammadiyah yang resah menyongsong kurikulum baru 2013.

Oleh : Ir. Sudarusman

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top