Senin , November 20 2017
Breaking News
You are here: Home / Buletin Ad-Dakwah / Lafadz Salam di Akhir Shalat

Lafadz Salam di Akhir Shalat

Ust. Imanan, S.Ag.

Wk. Ketua Bid. Pengembangan Cabang & Ranting PDM Surabaya, MUI Jawa Timur

Tentang bacaan salam ketika mengakhiri shalat, dengan ucapan “ As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh baik menoleh ke kanan atau ke kiri ada dalam sunah (hadits).

Berikut ini keterangannya :

Dari ‘Alqamah bin Wa-il, dari ayahnya, katanya:

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya shalat bersama Nabi (saw), Beliau mengucapkan salam ke kanan: “As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh,” dan ke kirinya: “As Salamu ‘alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh.” (HR. Abu Daud No. 997, tahqiq oleh shidqiy Muhammad jamil)

Sederetan muhaqqiqin telah menshahihkan hadits ini dan memastikannya ada dalam kitab Sunan Abi Daud.

Syaikh Al Albani berkata: “Isnad hadits ini shahih, dan dishahihkan oleh Imam An Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, lalu juga oleh Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id, dan Imam Ibnu Sayyidin Naas.” (Shahih Abi Daud No. 915), Imam Ibnu Abdil Hadi juga mengatakan shahih. (Al Muharrar fil Hadits, 1/207, No. 271)

Sebagian ulama, seperti Imam Ibnu Ash Shalah Rahimahullah mengatakan bahwa tambahan “wa barakatuh” tidak ada dalam kitab-kitab hadits. Pernyataan ini telah dikoreksi Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah sebagai berikut:

تنبيه : وقع في صحيح ابن حبان من حديث ابن مسعود زيادة ” وبركاته ” ، وهي عند ابن ماجه أيضا ، وهي عند أبي داود أيضا في حديث وائل بن حجر ، فيتعجب من ابن الصلاح حيث يقول : إن هذه الزيادة ليست في شيء من كتب الحديث

Peringatan: hadits ini terdapat dalam Shahih Ibnu Hibban dari haditsnya Ibnu Mas’ud dengan tambahan “wa barakatuh”, ini juga diriwayatkan Ibnu Majah, juga Abu Daud dalam hadits Wa-il bin Hujr, maka sungguh mengherankan apa yang dikatakan Ibnu Ash Shalah ketika dia berkata: “Sesungguhnya tambahan tersebut tidak ada sedikit pun dalam kitab-kitab hadits.” (At Talkhish Al Habir, 1/271)

Al Hafizh Ibnu Hajar –sebagaimana dikutip oleh Asy Syaikh Abul Hasan Ubaidullah Al Mubarkafuri- juga mengoreksi Imam An Nawawi yang menyebutkan bahwa kalimat “wa barakatuh” hanya diriwayatkan secara menyendiri. Beliau berkata:

فهذه عدة طرق تثبت بها “وبركاته”، بخلاف ما يوهمه كلام الشيخ أنها رواية فردة-انتهى

Inilah sejumlah jalur yang dengannya menjadi shahih kalimat “wa barakatuh”, berbeda dengan yang disangka oleh Asy Syaikh (An Nawawi) bahwa itu adalah riwayat yang menyendiri. Selesai. (Mir’ah Al Mafatih, 3/307)

Nah, dari hadits di atas terlihat jelas sunahnya tambahan wa barakatuh, hanya saja sebagian ulama menyunnahkan pada salam yang pertama . Disebutkan oleh pengarang kitab Al Minhal:

وبهذا تعلم استحباب زيادة ” وبركاته ” في التسليمة الأولى

Maka dengan ini kita mengetahui sunahnya tambahan “wa barakatuh” dalam salam yang pertama. (Al Minhal, 6/117)

Ini juga pendapat Syaikh Al Albani Rahimahullah, bahwa tambahan tersebut hanya pada salam pertama. (Tamamul Minnah, Hal. 171)

Padahal sebagaimana yang nampak secara teks (matan) dalam hadits di atas (HR. Abu Daud No. 997, tahqiq oleh shidqiy Muhammad jamil) , bahwa bacaan salam “As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh” dibaca oleh Rasululloh saw ketika beliau menoleh ke kanan dan ke kiri.

Selain itu, Imam Abdurrazzaq meriwayatkan dalam Al Mushannaf-nya, bahwa Nabi (saw) mengucapkan As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh secara jahr (dikeraskan) hingga terlihat pipinya yang putih, baik ke kanan (salam pertama) dan ke kiri (salam kedua). (Al Mushannaf Abdurrazaaq, 2/219), itu juga dilakukan oleh sahabat Nabi (saw), ‘Ammar bin Yasir. (Ibid, 2/220), Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam mengatakan: semua rijal dalam isnad hadits ini terpercaya. (Raf’ul Ghain, Hal. 5)

Imam Al Bazzar juga meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi (saw) mengucapkan As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh sebanyak dua kali ke kanan dan kiri. (Musnad Al Bazzar No. 1574)

Begitu juga, Imam Ibnu Hazm Rahimahullah juga meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi (saw) mengucapkan salam ke kanan As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, ke kiri juga As Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh. (Al Muhalla, 3/275). Riwayat yang seperti ini – dari Ibnu Mas’ud- juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban (No. 1993) dan Imam Ibnu Khuzaimah (No. 728) dalam kitab Shahih-nya masing-masing.

Maka, tambahan “wa barakatuh” baik dalam salam pertama dan kedua adalah masyru’ (disyariatkan) sebagaimana keterangan dalil dan komentar para imam di atas.

Sekian. Wallahu A’lam

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top