Minggu , November 19 2017
Breaking News
You are here: Home / Buletin Ad-Dakwah / Menjawab Adzan Dulu atau Sholat Tahiyatul Masjid?

Menjawab Adzan Dulu atau Sholat Tahiyatul Masjid?

12030489_495028147323921_1339376520352349641_o-800x533_thumb.jpg

Bismillah. Penulis menduga bahwa anda pernah mengalami kasus seperti ini, atau bahkan tidak menutup kemungkinan hal ini sering anda alami. Yaitu: ketika anda masuk ke dalam masjid, sementara sang muadzin tengah mengumandangkan adzan. Pertanyaannya, “Apa yang hendaknya anda lakukan? Sholat Tahiyatul Masjid atau Menjawab Adzan terlebih dahulu kemudian berdoa setelah itu baru anda melaksanakan sholat tahiyatul masjid?

Lebih utama mana menjawab adzan dulu atau sholat tahiyatul masjid?

Bagaimana ketika seseorang masuk masjid sedangkan muadzin melantunkan adzan, mana yang harus kita utamakan?

Bila kita masuk ke dalam masjid dan adzan sedang dikumandangkan, maka yang lebih utama adalah kita tunda sebentar sholat tahiyatul masjid, untuk sekedar menjawab adzan. Istilah yang sering digunakan untuk menjawab adzan adalah tardid al-adzan. Baik sholat tahiyatul masjid maupun tardid al-adzan, keduanya merupakan sunnah yang sayang bila ditinggalkan. Karena itu agar kita mendapatkan pahala dari kedua amalan itu, caranya adalah dengan melaksanakan keduanya, namun urutannya harus diatur.

Kalau kita masuk masjid dan langsung sholat tahiyatul masjid, sementara adzan sedang berkumandang, maka kita hanya mendapat satu pahala saja, yaitu pahala sholat tahiyatul masjid. Sedangkan pahala melakukan tardid al-adzan tidak kita dapatkan.

Jadi ketika seseorang masuk masjid, pada saat muadzin mengumandangkan adzan maka yang terbaik dia tetap berdiri menjawab adzan setelah itu baru sholat dua rakaat (tahiyatul masjid) untuk melaksanakan dua perintah sekaligus. Dan mengamalkan semua hadits lebih baik daripada mengabaikannya atau mengabaikan sebagiannya, (sebagaimana yang disebutkan Syaikh Abu Ubaida Aalu Salman dalam Akhtha’ al-Mushallin).

Hukum Melaksanakan Sholat Tahiyatul Masjid Saat Adzan Dikumandangkan

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami akan sampaikan fatwa Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Bazz (rah.a). Beliau pernah mendapat pertanyaan serupa yang disampaikan kepada Idarah al-Buhuts al-‘Ilmiyah wa al-Ifta’ no. 513, tanggal: 5/2/1407, “Apabila ada seseorang masuk masjid saat muadzin mengumandangkan adzan, maka ia boleh memilih. Jika mau, dia sholat tahiyatul masjid saat adzan. Dan jika berkehendak lain, menjawab (adzan) muadzin. Dan yang paling utama, dia menjawab (adzan) muadzin lalu sholat. Dengan itu ia mendapatkan dua kesempatan melaksanakan dua ibadah dan memperoleh dua pahala.”

Kesimpulan

Melaksanakan sholat tahiyatul masjid saat adzan dikumandangkan boleh-boleh saja. Karena menjawab adzan bukan wajib, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Hanya saja kalau dia sempatkan menjawab adzan dahulu, lalu kemudian melaksanakan sholat tahiyatul masjid maka itu yang terbaik sebagaimana yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Bazz (rah.a). dan sebagimana juga yang disebutkan Syaikh Abu Ubaida Aalu Salman dalam Akhtha’ al-Mushallin. Begitu juga, melaksanakan sholat saat adzan dikumandangkan maka akan mengurangi kekhusyu’an dan ketenangan, karena umumnya masjid-masjid di masyarakat kita menggunakan pengeras suara untuk adzan sehingga orang yang sholat akan terganggu.

Wallahu Ta’ala a’lam …

Penulis: Ust. Imanan, S.Ag., Muballigh dan Pengurus Muhammadiyah Surabaya

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top