Minggu , Desember 4 2016
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas Cabang-Ranting / MUSUH TERKADANG LEBIH BAIK BAGIMU DARI PADA TEMAN

MUSUH TERKADANG LEBIH BAIK BAGIMU DARI PADA TEMAN

Benarkah pernyataan diatas ? bahwa musuh itu  terkadang lebih baik dari pada temanmu sendiri ? Untuk itu mari kita lihat bersama apa pengertian musuh dan teman, sebenarnya siapakah yang pantas dianggap musuh, terus seberapa banyak musuh kita, pantaskah kita  membenci musuh dan menyayangi teman ?

Dalam kamus Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa musuh adalah orang yang berlawanan dengan kita, lawan disini sangat beragam, bisa lawan bertanding, lawan politik, lawan bertengkar, pendek kata orang yang berseberangan dengan kita adalah musuh. Sedangkan teman adalah orang yang selalu bersama, yang menyertai, yang mengiringi, intinya  adalah orang yang satu ide dengan kita adalah teman. Teman juga biasa kita sebut dengan sahabat atau kawan, maka disini lahirlah istilah setia kawan atau kesetiakawanan. Karena teman adalah orang yang setia baik dikala susah maupun senang.

Dalam pandangan Islam sebenarnya musuh adalah orang-orang kafir yang memerangi umat Islam itu sendiri, sedangkan dari sisi lain kita juga punya musuh sebagaimana yang diberitakan oleh Allah SWT dan Rasulnya. Yakni Iblis, Syetan dan bala tentaranya.

Syetan mempunyai kisahnya sendiri bersama manusia yang bermula dengan awal penciptaan manusia. Kisahnya belum selesai dan akan berlangsung sampai hari kiamat. Kisah ini merupakan permusuhan yang mengakar, dimulai sejak bapak moyang kita, Nabi Adam AS. Dan setan sendiri mengumumkan genderang perang kepada Adam dan keturunanya hingga hari akhir.

Kita sebagai anak cucu Adam As lewat kabar dari langit sudah mafhum, bahwa musuh kita adalah Setan Laknatullah. Maka tugas kita adalah membuat benteng pertahanan agar tak terjerembab oleh jebakan-jebakan setan dan sekutunya ( Al-Baqoroh : 168 )

Dari sini kita mafhum bahwa musuh itu ada macam-macam ada musuh abadi yakni Setan, musuh karena berbeda aqidah yakni orang-orang kafir, itupun kalau mereka menanamkan permusuhan, kalau tidak tentu ia adalah patner kita dalam membangun peradaban manusia, dan musuh sesaat yakni orang yang berbeda pandangan.

Bagaimana dengan pernyataan diatas ? bahwa musuh itu  terkadang lebih baik dari pada teman ? pernyataan tersebut benar adanya, mengapa ? mari kita berpikir cerdas.

Musuh itu selalu menghantam anda dengan kritik, dan hal itu dilakukannya dengan terus terang dan tidak berbasa – basi seperti layaknya teman. Ia juga merupakan pesaing hidup saudara, sehingga denganya saudara lebih berambisi untuk mengejar kesempurnaan dan meraih kualifikasi-kualifikasi terbaik dalam hidup. Ia akan selalau menunggu anda melakukan kesalahan, sehingga andapun. Menjadi sabar dan bersiteguh, sehingga anda mendapatkan pahalanya orang – orang yang sabar, musuh juga memperlihatkan  dan  memberitahukan kesalahan mu, sehingga kamu tergerak untuk mengucapkan istigfar atasnya dan berusaha untuk memperbaikinya. Musuh akan menyebarkan kesalahanmu kepada orang lain, sehingga engkau menjadi populer. kan lumayan jadi orang terkenal, maka aku peringatkan padamu kalau sedang turun popularitasmu maka aku sarankan sebaiknya engkau mencari musuh. Umumkan namamu ditempat – tempat perkumpulan, lalu musuh akan memngawasimu dan engakau sendiri akan terjaga, memikirkan akibat dan mempersiapkan bekal. Selamat mencoba !

Musuh mungkin menyusahkan anda, dengan begitu dia menghapus kesalahan-kesalahan anda. Musuh adalah musibah dan anda akan mendapat pahala karenanya dengan catatan jika anda bersabar.

Sebaliknya, teman seringkali membuat anda lalai dari segala aib dan kesalahan anda. Tak jarang engkau terlalu mempercayai dan mengasihinya, serta membocorkan rahasia dan membuka isi hati kepadanya. Karenanya ia mengetahui aib-aib mu dan menghitung – hitung kesalahan dan kekeliruanmu, yang dapat ia manfaatkan disaat-saat yang ia perlukan, yaitu saat ia ingin membalas dendam atau menyerang anda. Ia tahu gerak gerik dan kelamahan anda. Selain itu, teman selalu berbasa-basi jika berpitutur dan manis ucapanya, sungkan menasehati, dan mendiamkan kesalahan serta tak jarang ia mendukung anda untuk melakukan kesalahan. Jika demikian ia pada hakekatnya adalah racun yang berbentuk madu atau musang berbulu srigala dalam kehidupan anda.

Maka  jika demikian yang terjadi jelaslah “ Musuh lebih baik dari pada teman “. Karena itu wahai saudaraku jika ada saudara kita yang memusuhi , jika ada orang lain yang mengkritik tajam dan pedas pada kita, maka itu semua adalah sarana kedewasaan dalam menghadapi permasalahan hidup, itu semua sarana pendakian ilmu, peningkatan amal, pengokohan iman. Jadi tenang dan bersabarlah, tidak perlu marah dengan menyalahkan siapa pun, atau kita marah dengan mengajak orang lain, dan jangan pernah berkecil hati, yakin dan percayalah bahwa itulah episode hidup yang kita perankan. Wallahu ‘alamu Bish Showab.

Oleh : M.Khoirul Anam ( Ketua PCPM Kenjeran  & pendidik di SD Muh 21 Sby)

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

One comment

  1. dari sudut pandang musuh seseorang dapat memahami kekurangan-kekurangan dirinya untuk dapat diperbaiki (itu kalo sadar tanpa emosi juga siap menerima segala kritikan dan umpatan dari orang yang tidak suka).
    Sedangkan dari seorang teman tidak jarang karenanya seseorang terlena dengan segudang pujian…
    SEBAIK-BAIK TEMAN ADALAH YANG SENANTIASA MENJERUMUSKAN KITA DALAM JURANG KEBAJIKAN
    ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top