Minggu , Desember 4 2016
Breaking News
You are here: Home / Nasihat Para Pendahulu

Nasihat Para Pendahulu

Kumpulan Nasihat para pendahulu Muhammadiyah

KH. Ahmad Dahlan

Jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah, tapi hidup-hidupkanlah Muhammadiyah (Sukriyanto AR., 2010)

Meskipun Islam tidak mungkin hapus dari dunia, dia mungkin hilang dari Indonesia, bila umatnya tidak membelanya (Hamka, 1982)

AR. Fakhruddin

Bila muslim mendengar adzan, pekerjaanpun ditinggalkan, Subuh dan Isak tak dibedakan, istri dan anak dijamaahkan. (Sukriyanto AR., 2010)

Entengan dan Ikhlas merupakan prasyarat yang diperlukan Muhammadiyah (Sukriyanto AR., 2010)

Jadi bukan karena saya pandai, alim, khusyuk, .. Bukan. Dari segi ilmu, saya nol. Kealiman, tidak punya dasar. Saya bisa menjadi populer dan terpilih menjadi Ketua PP Muhammadiyah karena entengan dan ikhlas. (Sukriyanto AR., 2010)

Pelajari dahulu Muhammadiyah, pelajari asas dan tujuannya, khittahnya, AD/ART-nya, Kepribadiannya, dan jangan saudara terpaksa (Sukriyanto AR., 2010)

Saudara tentu berasa kecewa kalau mempunyai pimpinan Muhammadiyah yang bicaranya cabul, suka bicara kotor, suka memaki-maki, suka menghasut, suka mengkafirkan, suka mengumpat teman-temannya, suka bergurau yang melampaui batas, suka berdusta, dan sebagainya (Sukriyanto AR., 2010)

Jangan engkau mencari-cari tanggung jawab. Tapi jika dikasih amanat, jangan menolak (Sukriyanto AR., 2010)

Jangan tolak-menolak, namun jangan juga berebut. Kalau berebut, saudara mau berebut apa? Pangkat dalam Muhammadiyah? Tidak ada apa-apanya! Kalau tolak-menolak, itu berbahaya. Muhammadiyah akhirnya dipimpin oleh orang-orang yang sinting. Mungkin sinting pikirannya. Mungkin sinting akidahnya. Mungkin sinting agamanya. Mungkin sinting akhlaqnya. (Sukriyanto AR., 2010)

Berdakwah itu gampang, depan rumah diajak berbuat baik dan bersembahyang, tetangga kanan rumah juga diajak untuk beriman dan bertaqwa, dan kiri rumah diajak pula untuk berbuat kebaikan dan kebajikan, sementara belakang rumah tidak usah, wong disitu kuburan. (Sukriyanto AR., 2010)

Referensi

Hamka. (1982). Dari Perbendaharaan Lama. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Sukriyanto AR., M. (2010). Kepemimpinan Pak AR dalam Kenangan. Yogyakarta: Ar-Rahmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top