Minggu , Desember 4 2016
Breaking News
You are here: Home / Profil / NORMA & REALITA POLIGINI

NORMA & REALITA POLIGINI

poligami-1

Menikahi lain jenis lebih dari seorang dalam satu waktu  dinamakan Poligami (lawan dari monogami). Jika seorang wanita menikahi lebih dari seorang lelaki disebut Poliandri (diharamkan) dan jika seorang lelaki menikahi lebih dari seorang wanita dinamakan Poligini (dihalalkan).

Majalah Walidah edisi 24  bulan Pebruari 2013 lalu, mengangkat sebuah topik yang cukup menarik, yakni Elegi Poligini. Sebuah tema yang selama ini dipandang tabu, kontroversi dan dibenci oleh kaum wanita khususnya warga Aisyiyah.

Pada paragraf terakhir hal 13 dari majalah yang diterbitkan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur itu menuturkan : “Lelaki diizinkan mengambil istri kedua, ketiga dan keempat. Kalau enggak mampu, satu. Jadi, sebetulnya Istri satu itu Emergency (keadaan gawat/darurat). Makna yang tersirat darinya adalah, jika tidak dalam keadaan gawat/darurat (lemah dan tidak punya kemampuan), mestinya kaum lelaki dianjurkan menikahi lebih dari satu orang istri.

Pada halaman 16 bawah dari majalah bulanan itu, ada rangkaian kata yang diperbesar karena dipandang penting yakni, “Poligini adalah sebuah keputusan terhormat dari seorang laki-laki yang ingin bertanggung jawab terhadap seorang perempuan lainnya dengan cara yang terhormat pula, yakni menikah secara syah menurut hukum agama”. Artinya, kaum lelaki yang menyintai wanita lain tapi tidak kunjung dinikahi (dipoligini),  itu artinya (menurut tuliasan di atas) dinilai tidak memiliki tanggung jawab yang jelas.

 

REALITA DI MASYARAKAT.

Memang ada sebagian komunitas perempuan Islam (Muslimah) yang menerima bahkan bangga suaminya melaksanakan syari’at Poligini, namun jumlahnya sangat sedikit. Kebanyakan mereka adalah membenci dan bahkan menentangnya sampai mati (pilih bercerai).

Realita di masyarakat, bahwa nasib orang yang berpoligini (dihalalkan itu), ternyata lebih menyedihkan dibandingkan dengan orang yang korupsi/mencuri (diharamkan). Koruptor/pencuri yang jelas-jelas melanggar agama serta merugikan orang banyak itu, sering kali masih mendapat tempat di hati masyarakat  kembali setelah keluar dari bui (dimaafkan). Sementara orang yang berpoligini, justru dibenci dan dikucilkan dari kehidupan sampai mati.

AA’ Gym, adalah salah satu contohnya. Mubaligh kondang yang semula digandrungi kaum ibu itu, tiba-tiba dibenci dan dicampakkan setelah menikah lagi (poligini), meski akhirnya Teh Nini sudah menerima dan mau menikah yang kedua kali dengan sang Dai.

Ada juga sebagian kaum pria bahkan tokoh/ mubaligh ternama, yang ikut-ikutan membenci poligini,  dengan mengungkapkan berbagai argunmentasi aqli. Tokoh / Mubaligh seperti ini akan mendapat simpati dari semua lini dan selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bertolak dari kenyataan pahit tersebut, maka jarang sekali ada tokoh agama/mubaligh, khususnya kalangan Muhammadiyah, yang berani menerangkan syariat poligini, apalagi menjalaninya. Karena takut dibenci lalu ditinggalkan oleh jamaah/ummat pendukungnya.

Namun  perlu kita renungkan, apakah benar sikap mubaligh/tokoh seperti ini. menyembunyikan kebenaran ayat al-Qur’an, karena takut kehilangan masa depan. (simak larangan Allah dalam QS. al-Baqarah : 42).

Kalau hanya ingin memperoleh simpati masyarakat, tentu Nabi saw. tidak akan menikahi mantan menantu angkatnya (Zainab), karena sangat tabu dan dibenci masyarakat Arab saat itu. Namun realitanya beliau tetap jalani perintah Allah yang kontroversi itu, demi tegaknya kebenaran ajaran Islam, yang jelas berbeda dengan tradisi jahiliyah.

 

NORMA AGAMA & SIKAP KITA.

Jika kita mau kembali kepada norma  serta pedoman Agama (al-Qur’anul Karim), tentu tidak ada yang perlu kita perdebatkan lagi. Karena syariat poligini memang diperitahkan oleh Allah sendiri. Sebagaimana firmanNya dalam Surat an-Nisa’ ayat 3 di atas, yang artinya ”… maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja…”. Jadi, boleh monogami jika merasa ketakutan.

Itulah sebabnya maka Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah kita, juga melakukan poligini. Demikian halnya dengan para Rasul sebelum beliau, seperti Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ya’qub a.s.dan lainnya..

Lalu diikuti oleh para pendiri dan pemimpin Muhammadiyah tempo dahulu, seperti K.H.A. Dahlan, K.H. Mas Mansur, K.H. Abdurrahman Syamsuri (Pengasuh Pesantren & Ketua PDM Lamongan), K.H. Aunur Rofiq Mansur (Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya), serta lainnya, yang juga beristri lebih dari satu (poligini).

 

IKHTITAM.

  1. Poligini dijinkan dan diperintah oleh Allah dalam al-Qur’an serta diparaktekkan oleh para Rasul serta para tokoh Muhammadiyah sebelum kita, sehingga legal (halal) adanya. Oleh sebab itu jangan sampai kita menilai lebih hina daripada tindak kriminal..
  2. Polemik tentang poligini dengan dalil tidak adil dan sejenisnya, hanyalah pandangan dan kekhawatiran manusia, yang belum yakin akan kebenaran dan hikmah di balik syariat Islam jika diamalkan secara transparan dan penuh keikhlasan.
  3. Karenanya, tidak ada sikap terbaik bagi hamba yang beriman terhadap kebenaran al-Qur’an selain menerima sepenuhnya, termasuk syariat poligini.

Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS 33 / al-Ahzab : 36, yang artinya : ”Tidak layak bagi Mu’min laki-laki dan perempuan apabila Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, untuk memilih perkara lainnya. Dan barang siapa yang ma’shiyat (melanggar) pada (keputusan) Allah dan RasulNya, maka sungguh dia berada pada kesesatan yang jauh”.

NA’UUDZU BILLAAHI MIN DZAALIK.

Oleh : Drs. H. Syamsun Aly, M.A.  (Khotib, Guru & Ketua Lazismu)

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

One comment

  1. Asslmkm…wrwb

    Gak Salahh??

    Siapa bilang poligami hanya akan berdampak kemungkinan cemburu, marah, iri, sakit hati pada para istri? Coba pikiir lagi dampak psikologi, ekonomi, kasih sayang, krisis percaya diri, bahkan dendam (terutama pada Ayah) pada anak2 yg akan dihasilkan kelak…jangan egoiss…

    Poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist, dicontohkan juga oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika melarang Fatimah RA dipoligami saat Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi, mungkin beliau tahu walaupun sesuai syariat, poligami bisa membuat wanita tersakiti, sehingga beliau tidak rela putrinya dipoligami. Wallohua’lam
    Dan……

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Begitu juga dengan data negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, PBB, dll) ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk China, India, dan negara-negara Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun, mauu?? hehe….kalo ngebet, silakan poligami dengan golongan wanita usia ini.

    Cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://sosbud.kompasiana.com/2013/05/16/makan-tuhh-poligami-vs-fakta-demografi-560923.html

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40¬ab=1

    http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=263&wid=0

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=4

    http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321
    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4
    Kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?
    masih tetap POLIGAMI? Hanya akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah

    perkiraan dan kepercayaan selama ini “turun temurun” yang selalu jadi senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita jauh berlipat lipat di atas pria ternyata SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi
    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk
    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410
    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204
    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909
    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367
    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265
    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394
    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518
    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405
    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296
    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163
    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787
    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732
    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657
    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491
    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757
    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166
    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757
    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212
    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827
    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983
    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089
    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616
    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143
    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596
    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009
    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776
    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586
    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164
    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651
    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506
    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087
    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422
    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381
    TOTAL, 119 630 913, 118 010 413, 237 641 326
    Sex Ratio Indonesia (menurut BPS) beginilah data yang saya dapat:
    – Tahun 1971 = 97.18 pria : 100 wanita
    – Tahun 1980 = 99.82 pria : 100 wanita
    – Tahun 1990 = 99.45 pria : 100 wanita
    – Tahun 1995 = 99.09 pria : 100 wanita
    – Tahun 2000 = 100.6 pria : 100 wanita
    – Tahun 2010 = 101,01 pria : 100 wanita
    Bisa dilihat, ternyata tren sex ratio semakin meningkat, dalam arti dari tahun ke tahun jumlah pria semakin melebihi wanita

    Poligami?????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top