Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas Cabang-Ranting / Kerjasama PCM Kerembangan dan PWM Jatim dalam Pelatihan Kerajinan Keset

Kerjasama PCM Kerembangan dan PWM Jatim dalam Pelatihan Kerajinan Keset

Oleh: Dakwah Muhammadiyah

Tidak pernah berhenti melakukan inovasi dan kreatifitas dalam memberikan pelyanan yang terbaik bagi ummat. Dan dengan dorongan dan bantuan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, kembali Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bekerjasama dengan Mutiara Handycraft dari Kebumen Jawa Tengah yang dipimpin oleh Irma Suryati peraih penghargaan Wirausahawati Muda Teladan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2007), Perempuan Berprestasi 2008 dari Bupati Kebumen (2008), dan Penghargaan dari Jaiki Jepang khusus untuk orang cacat, penghargaan kick andy Metro TV, Liputan6sctv award dan banyak lain penghargaan yang diterimanya.

DSC_0164

Pelatihan yang digelar hari Kamis, 6 Juni 2013 ditempatkan di Aula KH. Mas Mansyur Kantor PWM Jatim Jl. Kertomenanggal Surabaya juga dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW. Peserta pelatihan sebanyak 120 orang yang terdiri dari Mantan PSK, anak dan Orang tua anak jalanan dari Rumah Pintar Matahari, komunitas warga lokalisasi PSK, Santri Panti Asuhan KH. Ahmad Dahlan dan Ibu-ibu ‘Aisyiyah mengikuti pelatihan dari pagi sampai sore.

Sebelum pelatihan Irma Suryati menyampaikan motivasi dalam menjalankan usahanya diantaranya jangan mudah menyerah, serahkan hidup pada Allah dan selalu semangat. Meski kakinya cacat akibat serangan folio, upaya mengembangkan keset terus berkembang hingga saat ini mempunyai binaan 60.000 orang diseluruh Indonesia dan ada 150 orang diantaranya adalah penyandang cacat. Mengalami kelumpuhan saat usia 4 tahun akibat polio. Kehidupannya menuju usia dewasa adalah kisah panjang yang penuh perjuangan. Irma yang bersuamikan Agus Priyanto, yang juga penyandang cacat kaki, telah membuktikan bahwa seburam-buram harapan, selalu ada celah yang bisa membawa berkah dan peluang di masa depan. Pasangan itu berhasil membangun usaha kerajinan keset dengan modal kain-kain sisa. Usaha mereka kini sudah sampai ekspor ke beberapa negara.
Sejak bayi, Irma Suryati sudah menderita layu kaki. Penyebabnya adalah virus Polio. Meski masih bisa berjalan normal sampai sekolah menengah atas (SMA), kaki Irma mudah lemas. “Kalau disenggol, langsung jatuh,” ujar wanita kelahiran Semarang, 1 Januari 1975 ini. Sejak saat itu, sang ayah menyuruh Irma, menggunakan tongkat untuk berjalan hingga kini. Kondisi kaki itulah yang mendorong Irma melakukan sesuatu yang berarti bagi dirinya dan orang lain. Setelah lulus dari SMAN 1 di Semarang, Irma mencoba membuat keset dari kain perca, benda sederhana untuk membersihkan telapak kaki. “Aku mencoba membuat keset dari kain sisa industri garmen,” ujar Irma. Kebetulan, di dekat rumahnya di Semarang terdapat banyak sisa kain industri garmen. Kain sisa itu ia jahit menjadi aneka bentuk keset. Awalnya, keset itu dibuat hanya untuk kebutuhan sendiri. Lambat laun, karyanya mulai dilirik tetangga. Pasar kecil pun mulai terbentuk. Keputusan menjadi perajin keset makin bulat ketika ia menikah dengan Agus Priyanto, penyandang cacat yang jago melukis. Mereka sepakat membuka usaha kecil pembuatan keset pada 1999. Kala itu, Irma dan Agus dibantu 5 karyawan. Ketika usaha mereka mulai berkembang, Irma merasa tak leluasa lagi menjalankan usaha di rumah orang tuanya. Pada 2002, pasangan muda ini memutuskan pindah ke Kebumen, kampung halaman Agus. Mereka membeli rumah di Jalan Karang Bolong kilometer 7, Desa Karangsari, Kecamatan Buayan, Kebumen. Dari rumah itulah Irma mengendalikan usahanya.

Baca Selengkapnya di: http://dakwahmuhammadiyah.blogspot.com/2013/06/pelatihan-kerajinan-keset-bersama-irma.html

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top