Jumat , Desember 15 2017
Breaking News
You are here: Home / Amal Usaha / PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH, ROLE MODEL PENDIDIKAN NASIONAL

PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH, ROLE MODEL PENDIDIKAN NASIONAL

sd muhammadiyah 12

Pendidikan, menurut KH. Ahmad Dahlan, hendaknya diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan serta bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat. Pandangan pendidikan yang diinginkan oleh KH. Ahmad Dahlan inilah yang sekarang akan digunakan sebagai pendidikan karakter.
Sebenarnya, pendidikan karakter sudah ada sejak organisasi Muhammadiyah berdiri. Mengapa pendidikan Muhammadiyah dapat berkembang dengan pesat ? Sebab, Muhammadiyah memiliki model yang berbeda dalam kemasannya. Mulai sistem pembelajaran hingga sistem administatif yang tertata rapi. Model pendidikan Muhammadiyah yang didasarkan atas nilai-nilai tertentu. Pertama, pendidikan Muhammadiyah merujuk pada nilai-nilai yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai sumber sepanjang masa. Kedua, ikhlas dan inspiratif dalam ikhtiar menjalankan tujuan pendidikan. Ketiga, Menerapakan prinsip musyawarah dan kerjasama dengan tetap memelihara sikap kritis.
Keempat, selalu memelihara dan menghidupkan prinsip inovatif dalam menjalankan tujuan pendidikan. Kelima, memiliki kultur atau budaya memihak kepada kaum yang mengalami kesengsaraan dengan melakukan proses-proses kreatif. Hal tersebut, sesuai dengan tantangan dan perkembangan yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Keenam, memperhatikan dan menjalankan prinsip keseimbangan dalam mengelolah lembaga pendidikan antara akal sehat dan kesucian hati.
Seperti pada kurikulum baru yang sering disebut dengan Kurikulum 2013. Realisasinya yang akan dimulai tepat pada tahun pelajaran 2013/2014 oleh pemerintah. Kurikulum baru ini sangat relevan bagi sekolah-sekolah yang dikelolah oleh pemerintah, sedang untuk sekolah Muhammadiyah seharusnya tidak sangat terpengaruh dengan perubahan kurikulum tersebut. Pendidikan Muhammadiyah sudah lebih dulu untuk mengkonsep kurikulum yang pas dari tahun-tahun. Pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah adalah patokan kurikulum pendidikan Muhammadiyah. Kurikulum yang dimiliki oleh Dikdasmen Muhammadiyah memiliki model yang khas dan unik tidak dimiliki oleh pendidikan diluar Muhammadiyah.
Sikap pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi kurikulum baru ini harus tegas dan berani untuk lepas dari model kurikulum terbaru, agar pendidikan Muhammadiyah tidak mengekor pada pendidikan nasional. Justru, pendidikan Muhammadiyah harus berani menjadi role mode pendidikan nasional.
Sekolah Muhammadiyah selalu melakukan perubahan dari masa kemasa,  membuat program unggulan, berani merekayasa kurikulum untuk kemajuan siswa-siswi. Membangun persepsi calon wali murid serta membuat produk unggulan baru dari tahun ke tahun. Persaingan terbuka antar sekolah saat ini, menjadikan tak lagi relevan memaksakan terbentuknya persepsi yang dikehendaki calon wali murid. Justru integritas sekolah yang saat ini dibutuhkan untuk melaksanakan program unggulan  sesuai dengan indikator pada visi dan misi sekolah.
Pendidikan Muhammadiyah perlu ada keberanian dalam berikhtiyar memikirkan paradigma baru. Dalam penyelenggaraannya pendidikan Muhammadiyah memiliki model yang tidak selebihnya mengikuti pendidikan yang diselenggarakan pemerintah atau sekolah umum lainnya. Model pendidikan Muhammadiyah lebih cenderung pada sistem pendidikan moral atau yang sekarang lebih dikenal dengan pendidikan berbasis karakter.
Sejak awal, pendidikan Muhammadiyah bukan lagi berpatokan dengan pendidikan berbasis kognitif. Pendidikan Muhammadiyah sudah sejak awal berpatokan pada sistem pendidikan moral. Moral akan menjadikan sebuah pendewasaan diri setiap siswa-siswi untuk bisa menghadapi masa depan. Justru dengan adanya sistem pendidikan moral siswa-siswi akan tertantang untuk maju menghadapi sistem pendidikan akademis dengan mudah.
Model icon tersebutlah, yang selalu kita miliki dipendidikan Muhammadiyah. Mulai dari ramah anak, ramah otak, ramah lingkungan, ramah moral  yang akan terus kita kembangkan untuk kekhasan pendidikan Muhammadiyah. Semakin kita kelola kekhasan model tersebut, semakin kita memiliki keunikan pada sekolah-sekolah lain diluar sekolah Muhammadiyah.
Bila moral atau karakter telah terbentuk maka yang harus kita benahi adalah membuat perencanaan untuk pengembangan sekolah. Pertama, potensi siswa dengan memperhatikan pengembangan akademik dan pengembangan minat. Kedua, sarana dan prasarana sekolah. Ketiga, menyamakan visi dan misi guru, karyawan yang ada di area pendidikan Muhammadiyah. Bila pendidikan Muhammadiyah telah terkonsep, maka sekolah Muhammadiyah akan terus berkembang dengan defrensiasinya serta positioning yang tepat di masyarakat.
Positioning sekolah Muhammadiyah di kota besar maupun yang di daerah akan menempatkan tempat yang tepat, tepat berarti menempatkan diposisi yang sesuai dan strategi. Dengan positioning yang sesuai, sistem pendidikanpun juga akan berjalan sesuai yang diharapkan. Sebab, positioning yang tepat akan membuat kemajuan pendidikan Muhammadiyah lebih dikenal lebih dekat.
Dengan positioning yang tepat, sekolah Muhammadiyah tidak boleh hanya diam dan pasif. Sekolah Muhammadiyah harus selalu berevaluasi untuk penyempurnaan model pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah dengan kreatif dan inovatif. Bila, tidak dibantu dengan kreatifitas dan inovatif maka kita sekolah Muhammadiyah akan tertinggal dengan sistem pendidikan negeri dan swasta non Muhammadiyah lainnya.
Dari uraian di atas, kita bisa melihat bahwa tantangan di depan luarbiasa berat dan hebat. Bila kita hanya bisa melihat dan mengamati maka sekolah Muhammadiyah akan tertinggal dengan semua keterbatasan yang ada. Maka, dengan adanya era terbuka dan kompetitif seperti ini, sekolah Muhammadiyah harus lebih inovatif dan kreatif untuk terus berpikir dan berpikir.
Hal lain yang menarik dari hasil riset perkembangan pendidikan Muhammadiyah saat ini di seluruh Indonesia tahun 2005-2010, Taman Kanak Kanak 4.623 buah, PAUD 6.723 buah, SD / MI sebanyak 2.882 buah, Madrasah Diniyah sebanyak 347 buah, SMP / Mts sebanyak 1.765 buah, SMA / MA sebanyak 747 buah, SMK sebanyak 396 buah, Madrasah Mu’alimin / Mu’alimat sebanyak & buah, sekolah luar biasa 15 buah, pondok pesantren sebanyak 101 buah, Sekolah Menengah Farmasi sebanyak 3 buah, Perguruan Tinggi 172 buah.
Data tersebut tidak termasuk 3 tahun  terakhir. Perkembangan pendidikan Muhammadiyahyang sangat bagus saat ini, tidak terlepas dari model pendidikan yang mereka terapkan. Dengan mempunyai nilai strategis seperti religilius, moralis dan humanis. Maka, para calon walimurid dapat mempercayakan anak-anaknya untuk menuntut ilmu di pendidikan Muhammadiyah.

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

One comment

  1. ” Apa yang telah Kau perbuat untuk Muhammadiyah hari ini ” ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top