Minggu , Desember 17 2017
Breaking News
You are here: Home / Aktivitas Cabang-Ranting / Sadar dan Tanggap akan Bencana

Sadar dan Tanggap akan Bencana

Muhammadiyah sejak berdirinya satu abad yang lalu menjadi pelopor kemajuan masyarakat diindonesia, bahkan dikenal sebagai pengusung gerakan tajdid ( pembaharuan ) yang kemudian sering disebut sebagai gerakan Islam yang berkemajuan. Sementara itu, bahwa Indonesia dari sabang sampai merauke adalah wlayah yang memiliki resiko berbagai macam bencana juga telah menjadi kesadaran bersama. Karena itulah Muhammadiyah, yang dalam Muqqodimah Anggaran dasarnya mencita citakan sebuah tatanan masyarakat baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur merasa wajib berperan dalam upaya-upaya pengurangan resiko bencana maupun proses penanggulangan bencana.Pimpinan Muhammadiyah periode 2005-2010 mewujudkankannya dengan mendirikan lembaga penanggulangan bencana ( disebut dalam bahasa inggris Muhammadiyah Disaster and Management Centre-MDMC) sebagai lembaga yang berkedudukan setingkat majelis jika dilingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya dikenal MUGANA ( Muhammadiyah Tanggap Bencana ) dan MKKM ( Majelis Kesehatan dan Kesejateraan Masyarakat ).

Dalam rencana aksi pengurangan risiko bencana 2011-2013 MDMC PDM kota Surabaya dan rencana Nasional Penangulangan Bencana 2010-1014 yang diterbitkan Badan Nasional Penangulangan Bencana(BNPB), dirilis peta persebaran daerah berisiko tinggi bencana dalam jenis bencana seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, gerakan tanah,banjir,kekeringan, kebakaran hutan,lahan dan erosi, kebakaran rumah,gedung dan pemukiman.dari peta persebaran tersebut, jaringan Muhammadiyah yang tersebar di tingkat nasional meliputi 8.107 desa, 3221 kecamatan, 417 kabupaten di 33 Provinsi di Indonesia, menjadi sangat tepat untuk dikoordinasikan perannya dalam rangka upaya pengurangan resiko bencana sekaligus mendukung optimalisasi peran masyarakat dalam penanggulangan bencanadi Indonesia, seperti yang tercantum dalam undang-undang No .24 tahun 2007 dan juga peraturan pemerintah no 21, 22,23 tahun 2008. Dalam muktamar Muhammadiyah ke 46 yang diselenggarakan di Yogyakarta, tahun 2010 yang lalu diamanatkan keputusan antara lain :
‘meningkatkan dan mengoptimalkan system penanggulangan bencana dalam bentuk jejaring simpul simpul tanggap darurat, rehabilitasi bencana dilingkungan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana;peningkatan kapasitas kader;relawan dan pengelolaan bencana”;
dan juga
“Mengembangkan Kesadaran Bencana di lingkungan Muhammadiyah, kampanye kesadaran menghadapi bencana di masyarakat, advokasi system penanggulangan bencana dan usaha usahalain dalam program rehabilitasi pasca tanggap darurat yang tersistem dengan program-program dan prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah.”

Oleh: Feri Yudi Antonis Saputra, S.H.I, M.Pd.I
Ketua MDMC PDM KOta Surabaya

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top