Minggu , Desember 4 2016
Breaking News
You are here: Home / Berita / Satu dari 100 Nikmat Allah

Satu dari 100 Nikmat Allah

ustad Hamri al-Jauhari menyampaikan khutbahnya

ustad Hamri al-Jauhari menyampaikan khutbahnya

Surabaya, 12/09/2016, Hari ini merupaka momentum besar bagi ummat islam untuk bangkit. Karena ummat islam di berbagai penjuru dunia melaksanakan hari raya idul adha. Tak terkecuali masyaraakat kota surabaya, khususnya Ranting Muhammadiyah Kapas Baru menggelar shalat idul adha ditanah lapang kedung cowek depan masjid Al-Hikmah Surabaya.

Bertindak sebagai khotib dalam hal ini adalah Drs. H. Hamri al jauhari M.Pd.I, dengan tema Meneladani spirit Perjuangan Nabi Ibrahim alaihi salam.

Suasana Khutbah Idul Adha Di Kedung Cowek

Suasana Khutbah Idul Adha Di Kedung Cowek

Menurutnya, yang harus menjadi perhatian bagi seorang muslim adalah harus tahu bahwa kenikmatan yang diberikan Allah di dunia hanya satu nikmat dari 100 nikmat. Tetapi dari satu nikmat ini kadang seorang manusia terkecoh pada kenikmatan dunia yang menipu.

Olah karena itu untuk meraih kebahagiaan dunia harus menjaga taqwa kepada Allah swt. Sehingga menurut Al-Ghazali taqwa yang dimaksud adalah dilakukan dengan kemantapan hati mengabdi kepada Allah swt. Sebagaimana merujuk pada Qs:Ali-Imran: 102.

Sejarah membuktikan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, yang dikisahkan dalam Al-Qur’an secara langsung. Melalui mimpinya Ibrahim diperintahkan oleh Allah menyembelih anaknya Ismail yang dicintai dan sayangi. Sehingga dengan ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah, beliau mematuhi apa yang diperintahkan oleh Allah swt.

Ibrahim menyampaikan perintah tuhan terhadap anak kesayangannya Ismail. Ismailpun tidak meragukan perintah tersebut, dan mempersilahkan ayahnya untuk melaksanakan perintah tuhan tersebut. Ibrahim berkata terhadap Ismail semoga engkau termasuk orang-orang yang sabar.

Diterangkan dalam tafsir bahwa Ismail kecil diajak oleh Nabi Ibrahim ke bukit dan dibaringkan dihamparan batu dan minta ismail kecil menutup matanya. Dengan penuh keyakinan Nabi lbrahim langsung menggokrok kepala Ismail kecil dengan parangnya yang tajam. Sehinnga darah yang moncrat bukanlah darah Ismail Nabi tapi Allah menggantikan gibas dari Syurga.

Maka dari itu kita sebagai orang yang beriman, kita harus meneladani peristiwa ibrahim ini, walaupun bukan anak yang di Qurbankan akan tetapi berupa rezeki yang Allah berikan kepada kita. Atau nikmat lain berupa sapi dan kambing yang kemudian dagingnya diberikan sesama yang membutuhkan.

Oleh karena itu hal tersebut perlu diperhatikan dengan serius oleh pemerintah, dalam menjalankan roda pemerintahan kalau taqwa tidak menjadi landasannya, tentunya bangsa ini akan terhanyut dalam hiruk pikuk kehidupan dunia yang salah satunya adalah free sex, mencuri, merampok dan lain sebagainya.

Semua ummat islam haruslah terus menjaga ketaatan dan ketakwaan kepada Allah swt. Mari kita interospeksi diri dalam rangka menjaga diri kita dalam ketqwaan kelada Allah azza wajallah. Karena sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah swt, amin ya rabbal alamin.

About Admin2 KlikMu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top