Minggu , Desember 4 2016
Breaking News
You are here: Home / Update / TAHUN BERGANTI, MAKA BERGEGASLAH

TAHUN BERGANTI, MAKA BERGEGASLAH


Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS Alam Nasyroh: 7). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (QS Alam Nasyroh: 8)

Kita telah memasuki awal tahun baru 1434 H dan 2013 M, berarti kita sudah mengakhiri tahun lalu. Kita sudah melakukan pekerjaan rencana tahun lalu, ayat di atas menginspirasikan kita untuk segera memulai pekerjaan pada tahun ini. Kita dituntut segera melakukan pekerjaan di tahun baru ini setelah mengevaluasi pekerjaan sebelumnya. Sebagai seorang anggota keluarga, sebagai seorang pemimpin organisasi, sebagai seorang pedagang, sebagai seorang pelajar/mahasiswa dll dalam perjalanan hidup selalu mempunyai rencana kerja dan diakhir tahun dilakukan evaluasi. Namun kita diharap tidak terlena oleh keberhasilan atau hambatan/kesulitan yang dihadapi.

Dalam tafsir Al-Azhar, QS Alam Nasyroh (94): 7 diartikan, Maka apabila engkau telah selesai, maka tegaklah. Artinya apabila telah selesai suatu pekerjaan atau suatu rencana telah menjadi kenyataan, bersiaplah buat memulai pekerjaan yang baru. Dalam suatu pekerjaan tidak semua dapat berjalan sesuai dengan rencana, ada hal-hal yang tidak bisa terlaksana.

Hal ini menunjukkan dengan kesadaran bahwa segala pekerjaan yang telah selesai atau akan dimulai tidaklah lepas daripada kesulitan, tapi dalam kesulitan itu kemudahan pun akan turut serta. Ada-ada saja ilham yang akan diberikan Allah kepada kita, asal kita senantiasa menyadarkan segala pekerjaan itu kepada iman.

Tetapi sekali-kali jangan lupa, bahwa “Dan hanya kepada Tuhanmu, hendaklah engkau berharap” (QS 94: 8). Inilah pedoman hidup yang diberikan Allah kepada RosulNya dan akan diwariskan oleh Rosul kepada umatnya yang tegak berjuang meneruskan perjalanan memikul “beban berat” menjalankan perintah Allah; setelah selesai suatu usaha mulai lagi usaha baru. Tetapi Allah jangan ditinggalkan. Jangan gentar menghadapi kesukaran, karena kesukaran itu pasti ada kemudahan, asal mempergunakan otak buat memecahkannya. Sebab Allah tidak pernah mengecewakan orang yang bertawakal kepadaNya. Tapi jauhkan diri dari berbangga diri (sombong dan ananiyah) manakalah dapat mengukir kesuksesan (PHIWM).

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan” (QS 94: 5), ini adalah Sunnatullah.
Yang sulit saja tidak ada! Yang mudah saja pun tidak ada! Dalam susah berisi senang, dalam senang bersisi susah; itulah perjuangan hidup. Dan ini dapat diyakinkan oleh orang-orang yang telah mengalami.
Al-Quran Surat 94: 6, mengulang sekali lagi untuk lebih mantap dalam fikiran yaitu “Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” Dan itu memang akan terjadi terus, berulang-ulang, kesulitan itu senantiasa disertai kemudahan; dalam susah ada mudahnya, dalam sempit ada lapangnya. Bahaya yang mengancam adalah menjadi sebab akan berjalan fikiran mencari jalan keluar. Oleh sebab itu dapatlah diyakini bahwa kesukaran, kesulitan, marabahaya yang mengancam dan berbagai pengalaman hidup yang pahit, dapat menyebabkan manusia bertambah cerdas menghadapi semuanya itu, yang dengan sendirinya menjadikan manusia itu orang yang dinamis. Tetapi ini pasti akan dicapai hanya jika Iman di dada dipupuk, jangan lemah iman. Karena lemah iman akan menyebabkan kita terjatuh di tengah jalan sebelum sampai kepada akhir yang dituju. Kelak nanti bahwa kesulitan adalah kejayaan dan keberuntungan yang tiada taranya. Kadang-kadang sesuatu pengalaman yang pahit menjadi kekayaan jiwa yang tinggi mutunya, jadi kenangan yang amat indah untuk membuat hidup lebih matang. Sehingga datang suatu waktu kita mengucapkan syukur yang setulus-tulusnya dan setinggi-tingginya karena Allah telah berkenan mendatangkan kesulitan itu kepada kita pada masa yang lampau. Itulah suatu keajaiban hidup! Coba renungkan perjalanan hidup kita selama ini. Dalam kehidupan keluarga baru, semula ada dalam kesempitan tekanan ekonomi rumah tangga; sekarang sudah lepas tekanan tersebut dan merasa berkecukupan. Sesudah kesempitan akan datang kelapangan.

Simpulan
Segeralah bergegas bekerja saat memasuki tahun baru ini dengan program yang baru, jangan terlena atas keberhasilan apalagi kegagalan atau kesulitan yang dialami, karena segala kesulitan di tahun yang lalu pasti akan ada kemudahan dari Allah asal senantiasa hanya kepada Allahlah kita berharap.

Oleh : Achmad Lutfi (Anggota Takmir Masjid GSI Surabaya dan Anggota Dikdasmen PWM Jatim)

About Klik Muhammadiyah

Situsweb Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya @ Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Sutorejo 73-77 Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top